Sekian Lama
Sudah beberapa tahun terakhir ini saya sudah tidak berkecimpung dalam dunia per-transcoding-an. Dulu saya hobi melakukan encoding audio-video, yaitu saat masih jaman DVD dulu. Sekarang sudah jaman Bluray, dan karena saya sama sekali tidak memiliki keping bluray maupun punya player-nya, saya belum pernah merasakan transcoding bluray. Karena ukurannya yang besar, ISO bluray juga cukup berat untuk disimpan di HDD.
Saat masih hobi, saya gemar mengikuti perkembangan software maupun tools untuk playing dan transcoding multimedia, seperti aplikasi editor, encoder, filter, dan sebagainya. Saat itu saya juga sering membuka forum doom9 (forum transcoding, tempat para dewa transcoder) untuk belajar tentang tata-cara transcoding yang baik dan benar. Mulai dari jaman masih menggunakan virtualdub sampai meGui dan avisynth. Mulai dari mengatur contrast dan brightness sampai utak-atik colorspace dan white balance.
Saat itu masih banyak sekali resource (raw) yang bisa di-transcode, mulai dari file-file .mpg, DVD, sampai TS (transport stream). Permasalahan transcoding yang saya temui juga lumayan banyak dan beragam, mulai audio-video yang tidak sinkron, white balance yang menurut saya kurang pas, sampai hal-hal seperti luma dan chroma yang tidak sinkron dan hybrid interlaced. Lumayan bagi saya waktu itu untuk dijalani sebagai hobi.
Sebenarnya saya ingin menuliskan semua pengalaman saya waktu itu, namun saya tipe orang yang lebih bisa menjawab apabila ditanyai daripada ketika harus memilih apa yang harus ditulis. Karena itu banyak yang saya tulis di sini hanya berupa hal-hal umum atau mendasar (meskipun sebenarnya saya juga bukan seorang ahli, hehe).
Dulu saya juga pernah sebentar berkecimpung di dunia fansubbing dan pernah merasakan semua posisi, mulai dari timer, typesetter, translator (Jepang-Inggris), karaoke-fx, encoder, dan QC (Quality Checker – Editor) [1]. Saya hanya belum pernah merasakan menjadi raw provider dan uploader karena keterbatasan bandwidth.
Sekarang saya sudah tidak menggeluti bidang-bidang ini lagi, bukan karena saya sudah bosan atau ilfill, tapi karena sudah sedikit tantangan (baca: ga dapat supply raw, hehe) untuk dihadapi. Kalau ada yang bersedia menyediakan raw, mungkin saya akan mau mencobanya. Dan kalau ada yang bertanya, saya akan coba menjawab sebisa saya, dan mungkin akan saya tulis di posting tersendiri apabila diperlukan.
—
Catatan:
1. Contoh hasil kerja saya (jadi malu *blushes*): video musik (timer, karaoke), subtitle percakapan (translator). Ini adalah hasil kerja pribadi (tanpa ikut suatu grup fansub).